Spiritual Capital

ImageBisnis biasanya diidentikkan dengan pendapatan dan keuntungan — kalau bisa sebesar-besarnya dan secepat-cepatnya. Sejalan dengan itu, para pebisnis segera digambarkan sebagai orang-orang yang mementingkan diri sendiri: serakah, egoistis, oportunistis, berpikir jangka pendek, dan sejenisnya.

Sebaliknya, spiritualitas umumnya diidentikkan dengan sikap-sikap altruistik dan asketis, termasuk mementingkan orang lain, berkorban demi orang lain, dan semacamnya.Nah, mungkinkah bisnis dijalankan dengan pendekatan spiritual? Apakah dunia bisnis memang hanya cocok bagi orang yang egoistis? Bagaimana seorang bervisi spiritual dapat menjalankan bisnis yang juga tetap menghasilkan profit?

Buku ini menunjukkan bagaimana SQ (kecerdasan spiritual) — yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall dalam buku best-seller SQ — mungkin, bahkan niscaya, diberi tempat dalam dunia bisnis. Yakni, jika bisnis diinginkan agar berkelanjutan (sustainable). Di samping modal materiil dan modal sosial, SQ akan memperkaya bisnis dengan modal spiritual.

 

Download Link

Ditulis dalam Umum. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: