Mana yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati dan Mengapa Rambut menjadi Uban

ImageMana Yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati? & Mengapa Rambut Menjadi Uban?

Dan 112 Pertanyaan Lain
“Hai, Pak Basri. Apa kabar!?” seru seseorang di ruang tunggu sebuah kantor pos, di bagian yang khusus untuk mengambil uang pensiun. Ia langsung berpelukan akrab sekali dengan sesosok lelaki lain yang tampaknya baru pertama kali itu mengambil uang pensiun. “Berapa tahun ya kita tidak ketemu? Dua puluh tahun?”
“Betul. Sudah lama sekali. Eh, bagaimana kabar keluargamu,Pak Badu?” sahut orang yang dipanggil Pak Basri. “Oh, Tuti sekarang di Semarang, anaknya delapan. Dono di Surabaya, anaknya tujuh. Tini di Medan, anaknya enam. Siti masih di Bandung, anaknya baru lima. Ibu sudah sepuh tapi masih sehat. Dan bapak, yang usianya sudah delapan puluh, tahun yang lalu menikah lagi, sekarang sudah punya momongan …hehe. Memang makmur negeri kita, ya!”
Saya, yang sedang terkantuk-kantuk sambil menunggu petugas menyebut nama ibu saya, terhenyak. Kalau generasi baru begitu banyak, sementara usia harapan hidup orang makin panjang, jangan-jangan jumlah orang hidup sekarang lebih banyak daripada jumlah orang yang sudah meninggal. Betulkah begitu? Ke mana saya harus bertanya?

 

Download Link

Ditulis dalam Umum. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: