Ali Topan Wartawan Jalanan

ImageTopan bergerak ke kamarnya. Lewat di samping mbok Yem, dia menonjok lengan mbok tua itu. Tonjokan lembut, tonjokan terima kasih dan sayang.

Ali Topan berdiri di tengah pintu kamarnya, melihat ke dalam kamar. Itu kamar pribadi, kamar permenungan. Poster “A house is not a home” masih nempel di dinding, buku-buku pelajaran SMA masih berada dalam rak, radio masih ada di atas meja. Deretan kaset-kaset Koes Bersaudara, The Beatles dan The Rolling Stones tertata rapi di rak kaca. Buku kumpulan syair Bob Dylan, buku-buku silat Cina dan buku-buku lainnya tersusun dekat rak kaset. 

 

Download Link

Ditulis dalam Novel. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: