Remaja dan 5 Hal Utama yang Dikhawatirkannya

ImagePara remaja suka sekali ngobrol: mereka suka sekali ngobrol di telepon, ngobrol di sekolah, ngobrol sepulang sekolah, di pusat perbelanjaan, di mobil dan ngobrol membicarakan teman mereka…….

Sebenarnya apa saja yang mereka obrolkan? Kenapa mereka tiba-tiba menjadi terdiam ketika orang tua mereka berada pada radius kurang dari lima kaki?

Banyak orang dewasa merasakan bahwa pada era dimana internet dan layar hiburan banyak mempengaruhi anak-anak saat ini, maka mereka harus mengkhawatirkan persoalan yang sama sekali berbeda dari generasi sebelumnya.

Karenanya, saya mengambil keputusan untuk melakukan penelitian melalui saluran Hotline Remaja terhadap lima topik yang paling populer saat ini. Penelpon yang masuk berusia antara belasan dan dua puluhan tahun.

1) Hubungan
Para remaja seringkali ngobrol dengan sesama remaja lainnya mengenai hubungannya dengan orang tua, saudara kandung, teman-teman dan guru mereka. Saya tahu ini adalah topik bahasan yang luas, tetapi interaksinya (pengaruhnya), membina suatu tali persaudaraan dan persahabatan adalah amat penting bagi para remaja. Ini adalah alasan mengapa saat remaja belasan dan dua-puluhan tahun yang terlibat dalam perkelahian dengan teman maupun orang terdekat lainnya, mereka lalu mengalami kesulitan dalam menfokuskan diri, baik di sekolah maupun pada kegiatan lainnya.

2) Perlakuan kekerasan
Jenis perlakuan kekerasan ini meliputi seksual, fisik, lisan dan kelalaian. Banyak remaja mencari ‘teman’ atau orang yang mereka ketahui pernah mengalami perlakuan kekerasan sebelumnya untuk membicarakan apa sebenarnya perlakuan kekerasan itu. Seringkali, para remaja ingin mengetahui, misalnya apakah orang tua yang selalu berteriak tidak termasuk sedang melakukan kekerasan lisan? Adakah Undang-undang untuk anak-anak yang dipukul pantatnya? Saya selalu menganjurkan para orang tua untuk ngobrol dengan anak-anak mereka mengenai perbedaan jenis-jenis kekerasan yang mungkin saja mereka pernah alami dalam hubungan antar keluarga sendiri ataupun dengan teman-teman.

3) Seks
Meskipun telah ada banyak kelas-kelas bimbingan kesehatan sekolah, para remaja masih memiliki banyak pertanyaan mengenai kehamilan, kondom, cara menahan nafsu dan beberapa hal lain yang berhubungan dengan seks. Coba bicarakan masalah ini dengan anak-anak Anda secara berulang kali. Karena saya menemukan bahwa kebanyakan remaja pada usia yang berbeda akan lebih menyukai topik yang berbeda, sesuai taraf dan pertumbuhan mereka.

4) Obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol
Persoalan ketergantungan obat dan pesta mulai timbul di kalangan remaja ketika mereka mempunyai kenalan teman-teman yang mungkin terlibat memakai atau menjual obat-obat terlarang. Pesta menjadi suatu ajang yang sangat mengawatirkan bagi banyak remaja karena di sana terdapat banyak tekanan kondisi yang sulit mereka hindari.

5) Bunuh Diri
Sungguh disayangkan, banyak remaja yang karena memikirkan, mencemaskan atau menghadapi suatu masalah lalu mempertimbangkan hendak bunuh diri. Sering kali mereka merasa terisolasi (diasingkan), sendiri dan membutuhkan seseorang untuk diajak ngobrol, tetapi tidak tahu harus kemana. Ketika mereka menemui jalan buntu, dan merasa belum siap untuk mengungkapkan rahasia yang ada, akhirnya menganggap bunuh diri mungkin adalah jalan yang terbaik.

Anehnya, biasanya terdapat jumlah yang setara antara penelpon laki-laki dan perempuan. Sekarang ini, berbagai remaja dari segala kalangan semuanya mengadapi persoalan-persoalan ini. Tidak hanya remaja putri, atau tidak hanya anak yang kurang mampu, tidak hanya anak dari keluarga kaya saja, dan tidak hanya anak yang bersekolah di sekolah swasta… semuanya berhadapan dengan persoalan yang penting ini, dan kadang-kadang persoalan yang sangat serius.

Bagi para orang tua, mungkin Anda bertanya-tanya — kenapa anak remaja Anda tidak ngobrol/bercerita dengan Anda tentang persoalan ini? Remaja biasanya merasa tidak nyaman untuk membicarakannya dengan orang yang lebih dewasa karena mereka merasa orang dewasa tidak akan mengerti dengan apa yang mereka alami sekarang, mereka juga takut kalau mereka akan mengalami kesulitan dan khawatir akan dikritik, diadili dan dihukum karenanya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk mengetahui bahwa sekalipun remaja mungkin saja bertindak seakan-akan obat-obatan dan seks bukan masalah besar bagi mereka, namun sebetulnya persoalan-persoalan ini sangat mengawatirkan dan membebani mereka.

Seandainya para orang tua dapat berpikiran terbuka, mengesampingkan sikap yang otoriter, suka mengadili dan mau berusaha agar jalur komunikasi dengan anak selalu terbuka, maka para remaja mungkin akan membuka dan menceritakan mengenai beberapa kekhawatiran dan kecemasan mereka. (The Epoch Times/mer)

*Vanessa Van Petten adalah seorang penulis buku berjudul “You’re Grounded!” Tips-tips mengenai cara mengasuh anak dari Dia sebagai salah seorang penengah/mediator keluarga pernah dikupas dalam harian Wall Street Journal, Fox 5 New York, dan CBS http://www.OnTeensToday.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: