Olah Raga Beri Manfaat Bagi Penderita Obesitas & Diabetes

ImageBerjalan sedikit lebih banyak setiap hari dapat membantu penderita diabetes mengontrol diabetes tipe-2 (penyakit kencing manis yang sudah tergantung pada suntikan insulin) yang dideritanya, namun penderita obesitas yang sedang berusaha menjaga kestabilan berat badannya mungkin memerlukan olah raga yang lebih keras daripada apa yang telah mereka pikir selama ini, menurut studi yang baru-baru ini dipublikasikan.

Hanya dengan berjalan 45 menit lebih lama setiap harinya, akan membantu kadar gula darah penderita diabetes menjadi lebih baik, tulis Michael Trenell dan koleganya dari Britain’s Newcastle University dalam journal Diabetes Care.

“Orang sering berpikir, bahwa berolahraga itu sungguh tidak mengenakkan, namun apa yang telah kami temukan menunjukkan bahwa hampir semua penderita diabetes menjadi lebih aktif setelah berjalan kaki,” kata Trenell.

Tim The Newcastle membandingkan 10 pasien penderita diabetes tipe-2 dengan orang yang tidak menderita diabetes tipe-2, yang memiliki tinggi, berat badan, dan umur yang hampir sama dan meminta mereka untuk berjalan lebih dari 10.000 langkah setiap harinya.

Magnetic resonance imaging atau MRI scans memperlihatkan bahwa orang yang berjalan kaki selama 45 menit atau lebih setiap harinya, 20% lemaknya terbakar meningkatkan kemampuan ototnya untuk menyimpan gula dan membantu mengendalikan diabetes, kata para peneliti.

“Yang menarik dari studi ini adalah kenyataan bahwa berjalan-kaki dapat memberikan cara cepat untuk mengontrol diabetes tanpa obat tambahan apapun,” kata Trenell.

Diabetes mempengaruhi kira-kira 246 juta orang dewasa di seantero dunia dan mengakibatkan 6% dari seluruh kematian. Diabetes tipe-2 mengakibatkan kira-kira 90% dari semua kasus diabetes dan sangat erat terkait dengan obesitas dan cacat fisik.

Obesitas dan diabetes merupakan permasalahan yang banyak diidap di negara-negara berkembang karena meniru gaya hidup Barat, hal yang diperkirakan oleh International Diabetes Federation akan mendorong jumlah penderita diabetes hingga mencapai 380 juta pada 2025.

Tetapi panduan olah raga saat ini, yang menyarankan untuk menyediakan waktu 150 menit -2,5 jam- seminggu– mungkin tidak cukup bagi penderita obesitas untuk mengurangi berat badannya, tulis John Jakicic dan koleganya dari University of Pittsburgh dalam the Archives of Internal Medicine.

Untuk menentukan jumlah jam yang optimal untuk berolah raga, tim Amerika melibatkan 201 wanita yang memiliki kelebihan berat badan dan penderita obesitas dalam sebuah program penurunan berat badan antara 1999 – 2003 dan memberikan 1 tugas untuk empat kelompok olah raga.

Setelah enam bulan, wanita dalam keempat kelompok itu mengalami penurunan berat badan rata-rata 8 hingga 10% dari berat badan semula, namun banyak yang kemudian meningkat kembali.

Para wanita yang diminta menambah waktu olah raga selama satu jam setiap hari, berat badannya tidak kembali, kata para peneliti. Wanita-wanita ini sepertinya juga patuh pada diet yang sehat.

Jakicic merekomendasikan bila ingin mengurangi berat badannya dan tetap stabil, tidak meningkat lagi, paling tidak mesti berolah raga paling sedikit 4 ½ jam seminggu.

“Ada kesepakatan yang berkembang bahwa lebih banyak berolah raga mungkin penting untuk meningkatkan penurunan berat badan jangka panjang, tutup Jakicic dan rekan. (rtr/tnm/feb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: