Gua terbesar Bawah Tanah Buatan Manusia

ImageDitemukan di Lembah Jordan, Israel, sebagai bagian dari penelitian arkeologi sejak 1978, para penggali dari Universitas Haifa telah menemukan gua bawah tanah buatan terbesar yang pernah dibangun di Israel.

Seperti yang dikatakan Prof. Adam Zertal, pengawas proyek galian kepada The Epoch Times, “Saat kami baru melakukan penggalian, tiba-tiba datang dua orang Bedouins, seorang bapak dan anak, memperingatkan kami untuk tidak turun ke bawah, ia memberitahu kami bahwa ada kutukan pada gua itu dan ada predatornya (seperti serigala dan hyena).”

Namun saat kami memasuki gua, kami tidak menjumpai adanya serigala ataupun hyena, melainkan sebuah ruang bawah tanah yang luas dan megah yang ditopang oleh 22 pilar, yang masing-masing dihiasi dengan berbagai simbol.

Baca entri selengkapnya »

REVOLTASE SECRET SOCIETIES

Image

Image

Image

Sebuah Kisah untuk Para Wanita

ImageJangan Pernah Berpikir Untuk Menjadikan “Si Dia” Orang dalam Fantasi Anda

Ketika saya masih seorang gadis kecil, saya sudah pernah mendengar tentang kisah ini.
Ada seorang pemuda membawa pedang berkelana. Di tengah perjalanannya melewati sebuah desa, dia berhasil menolong seorang gadis yang dikepung oleh bintang buas. Akhirnya pemuda itu mendapatkan cinta dari gadis yang ditolongnya.
Setelah pemuda itu pulang dari tujuan perantauannya dan kembali ke desa kekasihnya, dia mendengar teriakkan minta tolong dari kekasihnya.

Ternyata ada seekor binatang buas sedang menyerang rumah kekasihnya. Lalu dengan gagah perkasa dia mencabut pedang siap menikam dan membunuh binatang itu.
Akan tetapi gadis itu dengan wajah sedih berkata, “Jangan gunakan pedang lebih baik gunakan batu saja.” Semula pemuda itu merasa ragu, akan tetapi akhirnya dituruti juga petunjuk gadis itu dengan menggunakan batu membunuh binatang itu.
Dengan gembira si gadis menghamburkan dirinya dalam pelukan kekasihnya. Namun demikian si pemuda itu tidak merasa berjasa, karena dia tidak menggunakan pedangnya. Diam-diam dia mengemasi barangnya dan pergi berkelana lagi.
Lewat beberapa minggu kemudian, ketika pemuda itu pulang melewati rumah kekasihnya, dia melihat seekor binatang yang lebih besar lagi sedang menyerang rumah kekasihnya itu.

Pemuda itu lantas mencabut pedang menerjang ke arah rumah, tapi hatinya berpikir mungkin seharusnya menggunakan batu saja. Ketika dia sedang bimbang, binatang itu menerjang ke arahnya sehingga membuat lengannya terluka.
Pemuda itu terpojok hingga ke sudut tembok, dengan bimbang dia menengok ke arah si gadis yang sedang berada di jendela. Gadis itu berteriak, “Gunakan toya untuk memukulnya. . . .”
Segera dia memungut sebatang tongkat kayu bertarung dengan binatang itu. Akhirnya binatang itu mati, pemuda itu merasa sangat malu dan menolak pelukan kekasihnya. Diam-diam dia kembali meninggalkan tempat itu. Dengan membawa kekecewaan yang tak dapat diutarakan, pemuda itu melakukan perjalanannya kembali.

Ketika dia mendengar suara minta tolong dari arah kejauhan, rasa tanggung jawab menolong sesama membuat dirinya menghunus pedangnya lagi. Akan tetapi tepat pada saat itu kembali dia menjadi bimbang dan ragu, karena dia tidak tahu harus menggunakan pedang, batu ataukah toya kayu!
Apabila kekasihnya itu berada di sini, dia pasti bisa memberikan saran harus bagaimana melakukannya! Tetapi kebimbangan itu hanya sekejap, suara minta tolong yang amat ketakutan telah mengembalikan kepercayaan dirinya, telah mengembalikannya, dia segera menghunuskan pedangnya kembali dan menerjang ke kerumunan binatang-binatang itu dan membinasakannya.

Sejak saat itu si pemuda itu tidak pernah kembali ke samping kekasihnya.
Bertahun tahun kemudian, setelah mengalami tempaan kesengsaraan dan rendaman air ketabahan, saya berangsur angsur mulai memahami kandungan makna yang sebenarnya dari kisah itu. Yakni mempercayai dan sepenuhnya memberi kepercayaan.

Di dalam hati, semua pria memiliki keberanian seperti pemuda dalam kisah tadi. Mereka walaupun berterima kasih atas segala perhatian dan usulan Anda, akan tetapi mereka lebih membutuhkan kepercayaan diri untuk menghadapi kehidupan.
Apabila Anda mengira dapat memahami kekasih Anda dan tahu bagaimana harus bertindak, sehingga berusaha untuk mengubahnya. Tak peduli apakah Anda itu bagaimana baiknya, dapat merampas pilihan hidup kekasih Anda terhadap dirinya sendiri, dan hak tanggung jawab cara dia mempertahankan hidup.
Mungkin tindakan tersebut dapat membuat lelaki berangsur-angsur kehilangan percaya diri sehingga berubah menjadi curiga terhadap posisi dirinya di hati Anda. Yang akhirnya akan diam-diam pergi meninggalkan Anda.
Sebenarnya menjadi kekasih yang memenuhi syarat dan sukses tidaklah mudah, yang paling penting adalah setiap saat membuat dia tahu bahwa Anda selalu mencintainya, menyayanginya dan menghargainya.

Membiarkan diri selalu berjalan berdampingan dengannya, berjalan bersama dalam kebahagiaan dan dalam kesengsaraan. Kegembiraan ataupun air mata dipikul bersama. Setelah dia melewati kesedihan dan kesendirian, berilah perhatian yang lembut. Tetapi jangan merampas haknya untuk merenung sendiri.
Sebisanya jelaskan maksud Anda dan berusaha untuk mengerti perasaannya, tapi juga tidak boleh demi mencapai kesepakatan diam-diam lalu mengubur sifat suka berdebat. Sudah tentu bagaimanapun saling mencintai, juga bisa terjadi pertentangan, juga bisa marah.

Harus membuat dia mengerti bahwa Anda sedang marah, walaupun setelah pertengkaran hebat lalu saling berpelukan dan meneteskan air mata penyesalan, jangan biarkan kemarahan akibat perbedaan pendapat diantara kalian meninggalkan luka goresan yang tidak bisa dihapus.

Anda harus dengan tulus ikhlas dan terbuka di depan kekasih Anda bahkan pada sisi yang tidak sempurna sekalipun, agar dia bisa memahami dan dengan mantap mencintai Anda. (The Epoch Times/lin)

Bersikap Tulus Terhadap Orang Lain

ImageKemarin malam ketika saya pergi ke tempat pelelangan, mencari bos yang aku kenal untuk berbincang-bincang. Kebetulan istrinya juga datang membantu di sana, maka kami bertiga pun berbincang bincang. Sang istri bercerita tentang peristiwa yang pernah dia alami pada beberapa tahun yang lalu.

Kira-kira 6 tahun yang lalu, setelah menikah, istri bos mempunyai anak, maka dia lalu tinggal di rumah menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya selama sepuluh tahun lebih.

Hingga 6 tahun yang lalu, dikarenakan anak-anaknya telah beranjak besar dan tidak perlu didampingi lagi atau dilayani sepanjang hari, maka dia berpikir untuk bekerja kembali agar bisa mendapatkan pemasukan lebih untuk menunjang keuangan rumah tangganya.

Sebelum menikah, istri bos itu bekerja sebagai seorang akuntan. Pekerjaannya sangat sederhana, yaitu mencatat bon dan nota, lalu pergi menyetor uang ke bank. Hubungan dengan teman teman sejawat juga tidak terlalu rumit.

Setelah menikah dan sudah istirahat selama sepuluh tahun lebih, dia ingin bekerja kembali. Kali ini dia mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan elektronik yang besar, dan mengemban tugas sebagai Quality Control (QC).

Karena perusahaan ini besar dan memiliki ribuan karyawan dan pekerjaannya sebagai Quality Control sangat erat hubungannya dengan bagian produksi, maka rekan kerja yang berhubungan dengannya juga sangat banyak. Jika dibandingkan dengan lingkungan kerjanya yang dulu boleh dibilang jauh lebih rumit.

Sewaktu baru masuk kerja, dia sangat berharap bisa berhubungan baik dengan semua rekan kerja, maka dari itu ketika dia menghadapi dan bergaul dengan orang boleh dibilang selalu menaruh kepercayaan penuh kepada orang lain. Dan tentu saja dia juga berharap bisa mendapatkan sikap yang sama dari orang lain.

Tetapi setelah beberapa bulan kemudian, mendadak dia menemukan ada seorang rekan kerja yang sangat dia percayai, diluar dugaan demi menunjukkan kebaikan diri sendiri kepada staff lain, telah menyebarkan isu fitnahan tentang istri bos itu. Di belakang punggungnya rekan itu telah mengeluarkan kata-kata fitnahan yang tidak sedap dan memutar balikkan perkataan tulus yang pernah dia ucapkan.

Pada akhirnya ketika istri si bos itu menyadari akan peristiwa yang terjadi, sudah banyak staf lain yang terlanjur mempercayai fitnahan yang disebarkan itu. Sehingga mereka semua timbul antipati terhadapnya.

Pada waktu itu, dia ingin meluruskan fakta yang sebenarnya, akan tetapi malah dicurigai dan tidak dipercaya oleh mereka. Akibatnya sebuah hati yang semula baik, seketika itu terasa pe-dih dan mengeluarkan darah bagaikan tersayat pisau.

Ketulusan hati dibalas dengan kecurigaan dan antipati. Hal ini membuatnya membentengi diri ke dalam dunianya sendiri. Dia tidak berani lagi bergaul dan mengadakan kontak dengan orang lain. Yang terparah bahkan pulang ke rumah pun tidak berani berbicara dengan anak dan suami sendiri, dia trauma, takut jika orang-orang terdekatnya juga akan melukainya dengan cara yang sama.

Kemudian suaminya dengan kesabaran dan kemurahan hati, selalu memberi bimbingan. Seiring dengan berlalunya waktu, berangsur-angsur dia bisa keluar dari masa suram ini.

Kemarin ketika mendengarkan dia bercerita tentang peristiwa yang sudah berlalu ini, raut wajahnya masih menyiratkan sebersit kesedihan. Bisa dibayangkan ketika peristiwa ini terjadi pada lima tahun yang lalu, betapa beratnya pukulan itu terhadap seorang “masyarakat baru” yang baru kembali bermasyarakat setelah meninggalkan pekerjaannya selama sepuluh tahun lebih.

Dia berkata, jangan melihat dia sekarang dapat bercerita dengan ringan, jika pada beberapa tahun yang lalu dia bercerita tentang peristiwa ini, masih bisa merasa sedih hingga meneteskan air mata.

Akhirnya saya bertanya apakah rekan kerja yang memfitnahnya itu masih berada di perusahaan sampai sekarang?

Dengan tertawa dia berkata, “Masih ada, hanya sekarang ini tidak ada seorang pun yang sudi memperdulikan dia, karena semua orang pada akhirnya mengetahui bagaimana dia sebenarnya.”

“Lalu para staf yang lain apakah masih antipati terhadap Anda?” saya bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.

“Mereka semuanya baik, setelah memahami bahwa saya benar benar tulus, semuanya menjadi teman baik lagi”

Jawaban darinya ini mengharapkan mereka yang biasa mengadu domba kepada orang lain agar memperhatikan hal ini. Juga bagi mereka yang bersikap tulus terhadap orang lain, akan mendapatkan Semangat dan Keyakinan ! (The Epoch Times/lin)

Remaja dan 5 Hal Utama yang Dikhawatirkannya

ImagePara remaja suka sekali ngobrol: mereka suka sekali ngobrol di telepon, ngobrol di sekolah, ngobrol sepulang sekolah, di pusat perbelanjaan, di mobil dan ngobrol membicarakan teman mereka…….

Sebenarnya apa saja yang mereka obrolkan? Kenapa mereka tiba-tiba menjadi terdiam ketika orang tua mereka berada pada radius kurang dari lima kaki?

Banyak orang dewasa merasakan bahwa pada era dimana internet dan layar hiburan banyak mempengaruhi anak-anak saat ini, maka mereka harus mengkhawatirkan persoalan yang sama sekali berbeda dari generasi sebelumnya.

Karenanya, saya mengambil keputusan untuk melakukan penelitian melalui saluran Hotline Remaja terhadap lima topik yang paling populer saat ini. Penelpon yang masuk berusia antara belasan dan dua puluhan tahun.

1) Hubungan
Para remaja seringkali ngobrol dengan sesama remaja lainnya mengenai hubungannya dengan orang tua, saudara kandung, teman-teman dan guru mereka. Saya tahu ini adalah topik bahasan yang luas, tetapi interaksinya (pengaruhnya), membina suatu tali persaudaraan dan persahabatan adalah amat penting bagi para remaja. Ini adalah alasan mengapa saat remaja belasan dan dua-puluhan tahun yang terlibat dalam perkelahian dengan teman maupun orang terdekat lainnya, mereka lalu mengalami kesulitan dalam menfokuskan diri, baik di sekolah maupun pada kegiatan lainnya.

2) Perlakuan kekerasan
Jenis perlakuan kekerasan ini meliputi seksual, fisik, lisan dan kelalaian. Banyak remaja mencari ‘teman’ atau orang yang mereka ketahui pernah mengalami perlakuan kekerasan sebelumnya untuk membicarakan apa sebenarnya perlakuan kekerasan itu. Seringkali, para remaja ingin mengetahui, misalnya apakah orang tua yang selalu berteriak tidak termasuk sedang melakukan kekerasan lisan? Adakah Undang-undang untuk anak-anak yang dipukul pantatnya? Saya selalu menganjurkan para orang tua untuk ngobrol dengan anak-anak mereka mengenai perbedaan jenis-jenis kekerasan yang mungkin saja mereka pernah alami dalam hubungan antar keluarga sendiri ataupun dengan teman-teman.

3) Seks
Meskipun telah ada banyak kelas-kelas bimbingan kesehatan sekolah, para remaja masih memiliki banyak pertanyaan mengenai kehamilan, kondom, cara menahan nafsu dan beberapa hal lain yang berhubungan dengan seks. Coba bicarakan masalah ini dengan anak-anak Anda secara berulang kali. Karena saya menemukan bahwa kebanyakan remaja pada usia yang berbeda akan lebih menyukai topik yang berbeda, sesuai taraf dan pertumbuhan mereka.

4) Obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol
Persoalan ketergantungan obat dan pesta mulai timbul di kalangan remaja ketika mereka mempunyai kenalan teman-teman yang mungkin terlibat memakai atau menjual obat-obat terlarang. Pesta menjadi suatu ajang yang sangat mengawatirkan bagi banyak remaja karena di sana terdapat banyak tekanan kondisi yang sulit mereka hindari.

5) Bunuh Diri
Sungguh disayangkan, banyak remaja yang karena memikirkan, mencemaskan atau menghadapi suatu masalah lalu mempertimbangkan hendak bunuh diri. Sering kali mereka merasa terisolasi (diasingkan), sendiri dan membutuhkan seseorang untuk diajak ngobrol, tetapi tidak tahu harus kemana. Ketika mereka menemui jalan buntu, dan merasa belum siap untuk mengungkapkan rahasia yang ada, akhirnya menganggap bunuh diri mungkin adalah jalan yang terbaik.

Anehnya, biasanya terdapat jumlah yang setara antara penelpon laki-laki dan perempuan. Sekarang ini, berbagai remaja dari segala kalangan semuanya mengadapi persoalan-persoalan ini. Tidak hanya remaja putri, atau tidak hanya anak yang kurang mampu, tidak hanya anak dari keluarga kaya saja, dan tidak hanya anak yang bersekolah di sekolah swasta… semuanya berhadapan dengan persoalan yang penting ini, dan kadang-kadang persoalan yang sangat serius.

Bagi para orang tua, mungkin Anda bertanya-tanya — kenapa anak remaja Anda tidak ngobrol/bercerita dengan Anda tentang persoalan ini? Remaja biasanya merasa tidak nyaman untuk membicarakannya dengan orang yang lebih dewasa karena mereka merasa orang dewasa tidak akan mengerti dengan apa yang mereka alami sekarang, mereka juga takut kalau mereka akan mengalami kesulitan dan khawatir akan dikritik, diadili dan dihukum karenanya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk mengetahui bahwa sekalipun remaja mungkin saja bertindak seakan-akan obat-obatan dan seks bukan masalah besar bagi mereka, namun sebetulnya persoalan-persoalan ini sangat mengawatirkan dan membebani mereka.

Seandainya para orang tua dapat berpikiran terbuka, mengesampingkan sikap yang otoriter, suka mengadili dan mau berusaha agar jalur komunikasi dengan anak selalu terbuka, maka para remaja mungkin akan membuka dan menceritakan mengenai beberapa kekhawatiran dan kecemasan mereka. (The Epoch Times/mer)

*Vanessa Van Petten adalah seorang penulis buku berjudul “You’re Grounded!” Tips-tips mengenai cara mengasuh anak dari Dia sebagai salah seorang penengah/mediator keluarga pernah dikupas dalam harian Wall Street Journal, Fox 5 New York, dan CBS http://www.OnTeensToday.com

“Anda Jangan Membohongi Saya”

ImageKemarin saya mendengarkan cerita dari seorang teman tentang pengalamannya melamar pekerjaan, sangat istimewa, di sini saya tuliskan cerita ini, agar bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua akan pentingnya moralitas.

Teman saya ini bermaksud melamar pekerjaan di suatu perusahaan hitech sebagai seorang sales, hari itu dia menepati janji wawancara dengan kepala bagian perusahaan itu. Perusahaan itu baru berdiri, skalanya tidak besar, bertempat di dalam area teknologi ternama di bagian utara Taiwan.

Yang menangani wawancara dari perusahaan itu adalah direktur dan wakilnya sendiri. Pada mulanya direktur memperkenalkan secara singkat tentang keadaan perusahaan dan pengalaman dirinya.

Direktur dan wakilnya masih sangat belia, baru berusia 30-an tahun, tetapi mereka sudah menyandang gelar doktor di sebuah universitas ternama di Amerika. Oleh karena mereka memiliki keahlian teknologi canggih dan gagasan-gagasan baru, maka mereka memilih pulang balik ke negaranya untuk memulai suatu usaha.

Gelar doktor dari universitas ternama ditambah lagi dengan semangat muda, membuat direktur dan wakilnya selalu menampakkan semangat yang berkobar-kobar dan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

Tetapi satu hal yang membuat temanku merasa janggal adalah, kata-kata yang sering diucapkan oleh wakil direktur, dimana boleh dikata hampir setiap ucapannya selalu di sertai kata-kata, “Anda jangan membohongi saya.”

Kebiasaan semacam ini seperti latah. Bahkan saat sedang berbincang dengan direktur pun, ia juga begitu. Pada mulanya teman saya ini sangat heran, tetapi keheranan tersebut akhirnya terungkap setelah apa yang dialaminya.

Direktur itu setelah memahami keadaan pendidikan dan pengalaman dari teman saya ini, dia menanyakan satu pertanyaan kepada teman saya, “Setelah masuk kerja sebagai sales, jika perusahaan memerlukan, apakah Anda bersedia bekerjasama dengan perusahaan menggunakan segala cara untuk mengumpulkan informasi pasar?”

Pada mulanya teman saya ini tidak terlalu mengerti apa maksud pertanyaan dari direktur itu, maka dia lalu meminta sang direktur menjelaskan sekali lagi.

Direktur pun lalu menjelaskan lebih lanjut, menanyakan pada dirinya kalau-kalau dia bersedia bekerjasama dengan perusahaan, dengan menggunakan identitas perseorangan pergi melamar dan bekerja di tempat pesaing perusahaan. Singkat kata, ia harus bersedia pergi bekerja ke lain perusahaan, menyusup sebagai mata-mata perusahaan.

Tentu saja, teman saya ini, yang sejak dulu selalu menjunjung moral dan keadilan langsung saja menolaknya. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan segera meninggalkan kantor itu. Perusahaan itu ia masukkan dalam daftar black listnya, dan tidak akan pernah mau mengadakan kontak dengannya.

Dari kejadian yang dialaminya itu, teman saya itu akhirnya dapat mengerti mengapa dari mulut wakil direktur itu selalu terlompat kata-kata “Anda jangan membohongi saya”.

Tentulah tidak aneh, jika mereka bisa berpikir menuntut karyawannya pergi menyusup ke perusahaan lain untuk menjadi mata-mata, maka adalah wajar jika dia juga akan mencurigai setiap orang yang melamar pekerjaan di perusahaannya juga mungkin adalah mata-mata yang disusupkan oleh perusahaan lain. Oleh sebab itulah, setiap ucapan yang dikeluarkan dari mulut orang lain akan selalu ia curigai kebenarannya.

Selesai mendengarkan cerita ini, saya bersama teman saya jadi sangat prihatin, prihatin kepada dua orang doktor elit yang lulus dari universitas ternama di Amerika itu. Mungkin keprofesionalan mereka sudah mencapai taraf yang bagus, tetapi di luar dugaan mereka mempunyai konsep etika moral yang begitu menyimpang.

Bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, persaingan dalam berdagang pun harus memiliki etika dan moralitas? Untuk mempertahankan daya saing perusahaan, maka satu-satunya jalan kita harus memperkuat kemampuan teknik dan inovasi.

Bila ingin menggunakan cara yang amoral untuk mendapatkan rahasia atau teknik dari perusahaan pesaing, maka ini bukanlah suatu cara yang bisa bertahan dalam jangka panjang.

Selain pihak lawan juga mungkin menggunakan cara yang sama untuk membalas, maka perlu dipertimbangkan bahwa kelak bila masalah ini terungkap, maka mungkin Anda akan dituntut untuk mengganti kerugian dengan nilai yang sangat besar. Dan yang lebih penting lagi, reputasi perusahaan (termasuk di dalamnya reputasi pribadi Anda) akan hancur karenanya. Begitu hancur, maka masa depan sudah tidak ada harapan lagi. (The Epoch Times/lin)

Kata Hati Wanita Jelang Bercerai

Suamiku, sebelum menikah engkau selalu memanjakanku bagaikan putri raja. Ketika makan, engkau seringkali berinisiatif mengambilkan lauk untukku. Waktu berdesakkan di bus umum, demi memperebutkan sebuah tempat duduk untukku, tidak segan bertengkar dengan orang lain hingga wajahmu menjadi merah padam. Ketika menyebrang engkau tak lupa selalu menggandeng tanganku, berjalan di depan membukakan jalan untukku.

Akan tetapi bagaimana setelah menikah ? Ketika makan bersama, kini kau sama sekali tak memandangku. Ketika menyeberang jalan, juga tidak lagi menggandeng tanganku.
Suamiku, wanita itu perlu disayang dan dimanja, juga memerlukan perlindungan, apakah dirimu mengerti ?

Sebelum menikah sebagian besar pakaianku, engkau yang memilihkannya. Corak apa yang sedang tren, engkau segera memilihkan untukku. Tetapi bagaimana setelah menikah?

Suamiku, engkau sama sekali tidak pernah menemaniku lagi berbelanja, berjalan-jalan di mall. Disaat setiap kali berjalan melewati toko pakaian wanita, dan mengajakmu menemaniku membeli, engkau selalu berkata dengan nada tidak sabar, “Pernahkah kau lihat ditoko itu ada bayangan seorang lelaki?”

Mengapa dirimu sedemikian tidak mengerti akan perasaan wanita? Bagaimana bisa tidak membuat diriku jadi sedih?

Suamiku, sebelum menikah engkau sering mengajakku keluar rumah berolah raga, juga menanamkan prinsip bahwa kesehatan adalah modal dari segalanya. Tapi bagaimana setelah menikah ?

Engkau tidak hanya tidak pernah melatih tubuhmu sendiri, bahkan mengharapkan diriku selalu berada di rumah sepanjang hari. Berputar mengelilingi pekerjaan -pekerjaan rumah yang membosankan.

Suamiku, sebelum menikah aku sering kali menerima kejutan yang kau berikan. Walaupun itu hanya selembar tiket bioskop yang diam-diam kau taruh di atas mejaku, namun dapat membuat diriku merasa bahagia selama seminggu. Akan tetapi bagaimana setelah menikah?

Dirimu tidak hanya mengesampingkanku, kadang kala telah menghidangkan masakan satu meja penuh dan menantimu pulang. Akan tetapi engkau malah menelpon memberitahukan, “Malam ini saya makan di luar…” Masakannya telah dingin, aku jadi tidak selera untuk memanasinya lagi.

Suamiku, sebelum menikah, tak peduli dimana pun engkau bertugas keluar, setiap malam dirimu pasti menelponku. Akan tetapi bagaimana setelah menikah?

Ketika dirimu bertugas di luar kota, terkadang terpikir untuk menelponku, tetapi hanya menanyakan apakah pekerjaan rumah anak-anak sudah diselesaikan. Sepatah kata yang penuh perhatian untuk diriku pun tak pernah terucap. Suamiku mengertilah, hari-hari tanpa tidur berdampingan denganmu, membuatku semakin merindukanmu!

Suamiku, aku sungguh mempedulikanmu, tetapi engkau sungguh membuatku sedih. Setelah reda kepedihan hati, akan kuputuskan untuk bercerai. Berharap jika engkau menikah lagi, jangan sampai mengulang kesalahan yang sama, perlakukanlah istrimu dengan baik.

Langkah pertama adalah memahami wanita setelah menikah, sebenarnya tuntutan mereka tidaklah tinggi. Meskipun hanya berupa sebuah ucapan selamat yang sederhana, juga akan membuat hati wanita menjadi hangat. (The Epoch Times/lin)

Terima Kasih Atas Waktu Anda

ImagePertemuan Anthony dengan Mr. Beltse yang terakhir telah lewat beberapa tahun. Kuliah, pacaran, bekerja…..hal-hal tersebut telah menyita banyak waktu Anthony. Di dalam kehidupan yang sangat sibuk ini, Anthony bahkan tidak sempat memikirkan kenangannya di masa lalu, bahkan tidak ada waktu menemani anak dan istrinya. Dia berjuang dengan segenap tenaga demi masa depannya sendiri, semua masalah yang lain bagi Anthony nampaknya tidak ada yang penting lagi.

Kemarin, Ibu Anthony menelepon, dan berkata, “Kemarin malam Mr. Beltse telah meninggal dunia, pemakamannya ditetapkan pada hari Rabu dalam minggu ini.”

Anthony hanya bisa duduk terkesiap, pikirannya langsung terbawa ke dalam kenangan masa lalu. Kenangan di masa kanak-kanaknya terbesit satu demi satu dalam pikirannya bagaikan adegan film.

“Tony, apakah kamu masih mendengarkan?”

“Ya Ma, saya masih mendengarkan. Sudah sangat lama sekali tidak pernah memikirkan dia. Dalam hati saya agak tidak nyaman, saya mengira beberapa tahun yang lalu dia sudah tiada,” kata Anthony.

“Dia selalu ingat dirimu. Setiap kali Ibu berjumpa dengan Mr. Beltse, dia selalu menanyakan keadaanmu. Dia masih teringat jelas hari-hari ketika dulu kamu bermain ke rumah lamanya,” lanjut ibunya.

“Oh, rumah lama itu. Saya senang sekali pergi bermain ke sana,” kata Anthony.

“Tony, semenjak ayahmu meninggal dunia, Mr. Beltse berinisiatif merawat dirimu, dia tidak menginginkan kelak di dalam kehidupanmu kamu akan kehilangan figur seorang ayah,” kata ibunya.

Walaupun sesibuk apa pun pekerjaan Anthony, dia memutuskan untuk menyempatkan diri pulang ke kampung halamannya. Pemakaman Mr.Beltse sederhana dan damai. Dia tidak memiliki sanak keluarga, kebanyakan familinya yang lain sudah lama meninggal.

Pada malam itu, sebelum mereka pulang, Anthony bersama ibunya mampir melihat rumah lama tetangganya itu. Anthony berdiri di depan pintu, diam-diam merenung untuk sejenak. Dia merasakan bahwa dirinya serasa melintasi ruang waktu, dan telah pergi ke dunia yang lain. Setelah berjalan masuk ke rumah, dia merasa setiap derap langkahnya telah membuat dia terkenang kembali akan hari-hari di masa kecilnya yang tanpa kesusahan dan kerisauan. Setiap lukisan, setiap sudut yang berada di sini, sangat ia kenali….tiba-tiba, Anthony menghentikan langkahnya.

“Kenapa?” Ibunya bertanya.
“Kotaknya telah tiada,” dia menjawab.
“Kotak apa?” tanya ibu.

“Mr. Beltse memiliki sebuah kotak emas yang dikunci, dia selalu meletakkannya di atas meja. Saya telah beberapa kali menanyakan isi yang ada di dalam kotak itu, dia hanya memberitahukan saya bahwa di dalam kotak itu tersimpan barang yang paling dihargai.”
Anthony berkata, “Saya selama ini juga tidak mengetahui, barang apa yang paling dihargai olehnya.” Anthony merasa agak menyesal.

Kira-kira dua minggu setelah Mr. Beltse meninggal dunia, saat Anthony sedang bekerja di kantor menerima kiriman sebuah paket tercatat. Nama si pengirim telah menimbulkan perhatiannya, tepatnya adalah “Mr. Hallod Beltse”.

Anthony segera membuka kiriman tercatat itu, dan menemukan didalamnya ada satu kotak berwarna emas, beserta sebuah kunci dan secarik kertas. Dengan kedua tangan bergemetaran, dia membaca tulisannya satu kata demi satu kata.

“Setelah saya meninggal, tolong sampaikan kotak tersebut bersama isi barang di dalamnya kepada Anthony Blake Burton. Barang tersebut adalah barang yang paling saya hargai seumur hidupku.”

Detak jantung dari Anthony mendadak menjadi cepat, air mata bercucuran keluar dari mata. Dengan sangat hati-hati dia buka kotak itu, didalam kotak itu terdapat sebuah arloji saku emas yang sangat indah. Jari tangan Anthony dengan perlahan menyentuh permukaan tutup arloji, tutup itu dibuka, di dalamnya terdapat satu baris tulisan : ”Tony, terima kasih atas waktumu, Hallod Beltse.”

“Benda yang paling dia hargai….adalah waktuku!”

Dengan termenung Anthony memandangi arloji saku yang berada dalam tangannya, mendadak sepertinya dia teringat dengan sesuatu. Dia memanggil asistennya, lalu berpesan kepada asistennya untuk membatalkan jadwal kerja selama tiga hari.

“Mengapa?” tanya Jenny asistennya dengan nada heran.

“Ada urusan penting! Saya harus meluangkan waktu untuk menemani keluarga,” dia berkata.

“Oh, iya, Jenny….terima kasih atas waktu Anda!” . (The Epoch Times/lin)

Jalan Buntu

Kapan pun di saat saya menemui jalan buntu dalam kehidupan ini, saya akan berkonsultasi dengan sahabatku ini. Dia tidak pernah capai untuk memberiku penerangan.

“Ini bukan berarti Anda tiba pada akhir perjalanan, akan tetapi saatnya untuk berbelok.”
Artikel itu ditulis oleh seorang gadis dan sangat menyentuh hatiku. Gadis itu tidak bisa melewati kegagalan akan cinta pertamanya, dia begitu menderita sehingga berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Ketika gadis itu akan melaksanakan niatnya, tiba-tiba dia melihat tulisan di sebuah bis yang melintas, yakni “Ini bukan berarti Anda tiba pada akhir perjalanan, akan tetapi saatnya untuk berbelok.”

Seketika itu dia melepaskan pikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Pada akhir kalimat artikel tersebut, gadis itu menulis, “Hidupku secara tak diduga telah diganggu oleh seseorang, dan kemudian secara tak disengaja pula telah diselamatkan seseorang.”

Dalam kehidupan kita dapat beberapa kali mengalami kemunduran. Akan tetapi itu bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan sebuah peringatan ramah yang menandakan Anda harus berbelok.

Ketika sebuah masalah timbul dalam kehidupan dan Anda tidak dapat memecahkannya, mengapa tidak berhenti sejenak dan berpikir apakah ada ruang untuk bermanuver. Mungkin dengan menggunakan pendekatan lain atau mengambil jalan lain yang dapat mempermudah keadaan.

Namun sangat sering kali terjadi, kita cenderung untuk menjebak diri sendiri dalam jurang kepedihan yang amat dalam dan terus berputar-putar dalam ruang yang sama. Kemunduran hidup bukan berarti akhir dari perjalanan. Akan tetapi dia menandakan bahwa sudah saatnya untuk berbelok.

Rubahlah mentalitas Anda, maka perilaku Anda otomatis akan berubah.
Rubahlah perilaku Anda, maka kebiasaan Anda otomatis akan berubah.
Rubahlah kebiasaan Anda, maka karakter Anda otomatis akan berubah.
Rubahlah karakter Anda, maka kehidupan Anda otomatis akan berubah.
Syukuri keadaan Anda, dan berbahagialah dalam kesengsaraan.

(Xixi/The Epoch Times/ken)

Jalan Menuju Keberhasilan

Image Pada 1938, ada seorang pemuda berumur 16 tahun datang ke Paris mencari impiannya. Dia memiliki cita-cita menjadi seorang penari. Ketika itu menari adalah sebuah profesi yang sangat populer, juga merupakan sebuah bidang kesenian dari para bangsawan. Bagi mereka yang ekonomi keluarganya rendah, sama sekali tidak akan mampu membiayai anaknya masuk ke sekolah seni tari.

Pemuda itu pantang putus asa, setiap hari ia mengajukan bantahan yang keras berdasar pada dalil yang dianggapnya benar, bahkan mogok makan untuk melawan. Ayahnya kehabisan akal, terpaksa menyepakati suatu perjanjian secara gentleman dengannya.

Sepakat untuk memperbolehkan dia sekolah seni tari pada malam hari, tetapi pagi hari dia harus berdikari, berusaha mendapatkan uang untuk membayar uang sekolah dan biaya hidup.

Pemuda ini tidak memiliki keahlian yang lain, kecuali sejak kecil dia telah belajar bagaimana menjahit dari ayah dan ibunya. Akhirnya dia memaksakan diri mencari pekerjaan di sebuah penjahit, tetapi gajinya sangat rendah sekali, lagi pula banyak menguras tenaga, setiap hari harus bekerja selama 10 jam lebih.

Tiga bulan kemudian, pemuda yang sangat letih dan lelah ini merasa putus asa, dia lalu menulis sepucuk surat kepada professor Budderli yang pada saat itu disebut sebagai pakar ballet, juga sebagai figure dalam hatinya, untuk menanyakan petunjuk dan saran.

Budderli sangat bersimpati pada nasib sial yang dialami oleh pemuda ini, tetapi mempelajari seni tari bukan hanya membutuhkan bakat, dan hobi, masih membutuhkan faktor ekonomi, lingkungan dan lain-lain yang mendukungnya.

Hanya berdasarkan antusiasme dan keyakinan saja adalah sangat jauh dari cukup. Dengan cepat sekali Budderli membalas surat dari pemuda ini. Dalam suratnya dia telah menganalisa secara menyeluruh syarat-syarat belajar seni tari, bersamaan dengan itu menyadarkan si pemuda bahwa boleh menjadikan tarian sebagai sebagian dari jiwanya, tetapi tidak boleh menjadikannya sebagai keseluruhan jiwa.

Surat balasan dari Budderli telah menyadarkan pemuda itu, dia memutuskan mencari suatu jalan yang cocok dengan dirinya untuk mempertahankan hidup, setelah situasinya memungkinkan, baru kembali mempelajari tarian. Tetapi persoalannya dimanakah jalan tersebut?

Suatu malam, pemuda ini pergi ke suatu bar minum bir dengan perasaan galau. Saat itu, ada seorang Countess yang berpenampilan sangat anggun datang menghampiri dirinya, meraba-raba baju yang dipakai di tubuhnya, dan mulutnya tak henti-hentinya memuji, dan menanyakan kepadanya di mana ia membelinya?

Ketika Countess itu mendengar bahwa baju itu adalah hasil disain dari pemuda itu sendiri, dia sangat takjub sekali, “Nak, saya ada firasat, kelak Anda pasti bisa menjadi seorang jutawan!”

Saat itu juga, pemuda itu mendadak tersadar, cara mempertahankan hidup yang paling sesuai dengan dirinya adalah menjahit. Karena profesi ini sangat dikenalnya dengan baik, juga adalah yang paling realistis, walaupun profesi ini pernah membawakan kebimbangan dan kesengsaraan bagi dirinya.

Segera, melalui bantuan Countess itu, ia lalu menghubungi dan mengadakan kerja sama dengan Bo Kan, sebuah butik khusus busana wanita yang sangat ternama di Paris.

Berdasarkan inspirasi yang didapat dari melakukan profesi menari dan bakat untuk merancang, sejak saat itu pemuda ini telah merintis jalan merancang busana fashion. Sepuluh tahun kemudian, status pemuda ini sudah berubah menjadi seorang ahli perancang busana fashion yang ternama di seluruh dunia. Dia adalah Pierre Cardin.

Pengertian dari keberhasilan selamanya tidak bisa dipastikan, oleh sebab itu telah menciptakan ribuan bahkan puluhan ribu jalan kehidupan manusia.

Ada seorang ahli filsafat pernah mengatakan : Dalam kehidupan tidak akan berhasil melakukan dua hal. Waktu dan energi dari setiap orang sangat terbatas, ketika Anda tersesat dan kehilangan arah di persimpangan jalan dari kehidupan, ingatlah untuk selalu memilih jalan yang paling Anda kenal, dan yang paling realistis, acapkali pilihan Anda itu adalah suatu jalan yang paling dekat menuju keberhasilan.(The Epoch Times/lin)